Lakukan Panggilan Kirim SMS

Kirim WhatsApp

 Klik Untuk Kontak Kami

0822-1138-3848

Belajar dari Kegagalan

Posted in Blog.

Kamu harus memiliki motivasi diri bangkit dari kegagalan atau Kamu akan terpuruk terus dalam sumur kegagalan. Siapa yang tidak pernah gagal? Semua orang pernah gagal. Bahkan, saya selalu mengatakan ini, manusia yang paling agung dan kekasih Allah pun bisa gagal. Silahkan lihat sirah Nabi, kita melihat banyak kegagalan.

Apalah kita, manusia biasa yang punya banyak kelemahan dan kekurangan. Gagal adalah makanan kita sehari-hari bagi Kamu yang bertindak. Ada yang mengatakan, hanya orang yang tidak bertindaklah yang tidak pernah gagal. SALAH, saya tidak sependapat dengan itu.

Orang yang tidak bertindak, bukan tidak pernah gagal, tetapi dia terus berada dalam kubangan kegagalan itu dan tidak pernah bangkit.

Jika Kamu saat ini sedang mengalami kegagalan, maka bangkitlah. Kamu harus memiliki motivasi diri bangkit dari kegagalan. Atau, jika tidak memiliki motivasi, silahkan nikmati kegagalan Kamu.

Apa Motivasi Kamu Saat Memulai?

Pastinya, Kamu memiliki motivasi saat memulainya dulu. Sekarang, ingat-ingat kembali, apa motivasi Kamu bertindak?

Mengapa harus mengingatnya? Ya, itulah yang mendorong Kamu bertindak, maka itu juga yang akan mendorong Kamu untuk bangkit lagi. Sesungguhnya, Kamu sudah memiliki motivasi diri, tinggal membangkitkan kembali motivasi itu.

Ingat lagi motivasi tersebut, kemudian visualisasikan saat apa yang Kamu inginkan sudah tercapai. Kuat visualisasi, yakinlah bahwa itu akan terwujud.

Tapi Kegagalan Membuat Saya Ragu

Kamu adalah Kamu. Kegagalan adalah kegagalan. Dua hal yang berbeda. Pengendara sepeda, dia tetap mampu mengendarai sepeda meski dia pernah terjatuh. Kalau luka, tinggal obati, begitu sembuh dia bisa mengendarai sepeda lagi. Bahkan, dia akan lebih pkamui bersepeda karena sudah mengetahui penyebab jatuh.

Jika seseorang sudah jatuh, kemudia dia mengeluh, dan berhenti dia naik sepeda, artinya dia menyerah. Orang seperti inilah yang namanya gagal. Menyerah sama dengan gagal. Selama Kamu tidak menyerah, Kamu bukan orang gagal.

Seharusnya, kegagalan membuat Kamu semakin mantap, sebab Kamu lebih bijak karena sudah mengetahui cara yang salah. Sekarang coba lagi dengan cara yang lain, mudah-mudahan cara yang benar.

Motivasi diri untuk bangkit dari kegagalan tidak berubah. Sama saja antara sebelum gagal dengan setelah gagal. Bahkan, seharusnya malah lebih besar karena sudah bertambah ilmu dan pengalaman.

Masa Depan Kamu Ditentukan Tindakan Saat Ini

Tidak peduli masa lalu Kamu. Tidak peduli kondisi saat ini. Masa depan Kamu ditentukan oleh tindakan Kamu saat ini.

Contoh, ada orang yang kaya raya karena mendapatkan warisan besar dari orang tuanya. Namun tidak sedikit menjadi miskin di akhir hidupnya. Masa lalu dia dan kondisi dia memang kaya, namun tindakan-tindakan dia yang menyeret dia menjadi miskin.

Contoh sebaliknya, kita mungkin sering mendengar, yang asalnya orang miskin dan kondisi hidup yang memprihatinkan, namun kini berubah menjadi orang yang kaya raya.

Dua contoh ini bisa menjadi motivasi diri bangkit dari kegagalan Kamu. Tidak peduli seberapa parah Kamu saat ini, jika tindakan Kamu benar dan terus bertindak, maka masa depan bisa berubah.

Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS Ar Ra’d:11)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al Hasyr:18)

Ubahlah hari esok, dengan rencana-rencana matang yang menjadikan Kamu bangkit. Separah apa pun Kamu gagal, Kamu bisa bangkit. Berapa kali pun Kamu gagal, Kamu bisa bangkit. Sebesar apa pun utang Kamu, Kamu bisa bankit.

Jangan Ratapi Kegagalan, Tapi Ambil Hikmah

Apa manfaat meratapi kegagalan? Tidak ada, bahkan malah memperburuk. Pikiran Kamu semakin sedih, kecewa, marah, dendam, dan putus asa. Semuanya hanya emosi negatif yang akan mengikis habis energi Kamu, sehingga tidak ada lagi tersisa energi untuk bergerak.

Berbeda jika Kamu mengambil hikmah. Kamu jadi mengetahui cara salah. Kemudian mengetahui cara menghindarinya.

Maka kembali kepada visi Kamu, susun rencana, bangun sistem dan bertindaklah. Rencana dan sistem Kamu tentu jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya berkat hikmah dari kegagalan Kamu.

Kuncinya Jangan Seperti Keledai Atau Lebih Parah yang tidak mengambil pelajaran dan melakukan kesalahan yang berulang-ulang.

Jangan Menyerah, Mungkin Tiga Langkah Lagi

Bisa jadi, keberhasilan Kamu hanya 3 langkah lagi. Jika berhenti sekarang, maka langkah-langkah yang lalu menjadi sia-sia. Seperti dalam cerita ini: Tiga Langkah Lagi

Jangan menyerah, teruslah melangkah, tetap pada visi, perbaiki langkah agar tidak mudah jatuh, dan jika sekamuinya jatuh, bangkitlah. Bukan diam terpaku dibawah. Berdiri lagi, dan ayunkan langkah Kamu.