Lakukan Panggilan Kirim SMS

Kirim WhatsApp

 Klik Untuk Kontak Kami

0822-1138-3848

Intelegensi dan Ukuran Kepala

Posted in Blog.

Apakah ukuran otak memengaruhi inteligensi? Pertanyaan inilah yang seringkali membuat manusia penasaran atau ingin tahu. Berawal dari pertanyaan tersebutlah akhirnya banyak peneliti melakukan berbagai perbandingan otak untuk menemukan hubungan antara kecerdasan atau inteligensi dengan otak.

Percobaan yang paling awal dilakukan oleh para peneliti adalah membandingkan otak antar spesies. Apakah benar ukuran otak semakin besar ukuran otak akan menyebabkan spesies menjadi semakin cerdas? Tentunya kita semua meyakini bahwa kita (manusia) merupakan spesies yang paling cerdas, akan tetapi ternyata otak manusia bukanlah yang paling besar dibandingkan spesies lain. Otak manusia lebih kecil jika dibandingkan dengan otak ikan paus dan gajah.

Memodifikasi dari penelitian sebelumnya, kini yang dijadikan ukuran adalah perbandingan antara ukuran otak dengan badan. Dari penelitian tersebut pun tetap ditemui fakta bahwa manusia bukanlah spesies yang memiliki rasio otak yang lebih besar jika dibandingkan dengan ukuran tubuh. Ikan hidung gajah memiliki rasio otak dengan badan sebanyak 3%, sedangkan manusia hanya 2%. Jika kita merujuk pada kedua penelitian ini, manusia tidak berada pada urutan pertama (jika kecerdasan ditentukan dengan seberapa besar otak atau seberapa besar proporsi otak dari tubuh, manusia seharusnya bukanlah spesies yang paling cerdas).

Setelah menyadari bahwa perbandingan antar spesies tidaklah cocok untuk mencari fakta tentang kecerdasan, para peneliti kemudian merubah penelitiannya dari membandingkan antar spesies menjadi membandingkan antar manusia. Penelitian ini dilakukan dengan tes inteligensi. Sebagan besar penelitian menemukan ada hubungan antara ukuran otak dengan skor tes inteligensi (skor IQ). Pendekatan lainnya menguji antara skor IQ dengan bagian otak yang spesifik. Dari penelitian yang dilakukan terhadap dua orang mahasiswa, didapatkan hasil bahwa skor IQ berkorelasi dengan ukuran pada beberapa area di otak.

Penelitian lebih lanjut menyebutkan fakta bahwa kecerdasan ada kaitannya dengan ketebalan gray matter dan keseluruhan kortex. Akan tetapi ada hubungan tidaklah langsung menunjukkan fakta sebab akibat. Ukuran area suatu bagian di otak berhubungan dengan area lainnya di otak. Dari penelitian terhadap orang kembar, diketahui bahwa gen memiliki kontrol atas ukuran otak yang juga memiliki hubungan dengan skor IQ. Akan tetapi, bagaimanapun baik ukuran otak maupun skor IQ tergantung dari kontrubusi berbagai sumber. Penelitian selanjutnya memperbandingkan antara otak laki-laki dan perempuan. Umumnya otak laki-laki memiliki ukuran yang lebih besar daripada otak perempuan, akan tetapi baik laki-laki maupun perempuan memiliki kecerdasan yang rata-rata sama. Faktanya, otak laki-laki dan perempuan berbeda. Hal inilah yang menurut saya unik. Beberapa area di dalam otak lebih besar pada laki-laki (contoh : hippocampus), sedangkan bagian lainnya lebih besar pada perempuan (contoh : amygdala). Perbedaan area dalam otak memungkinkan terdapat otak “tipe laki-laki” dan “tipe perempuan”.

Sementara itu, perbedaan dalam berbagai aspek dari kebiasaan lebih sedikit dibandingkan dengan yang mungkin kita duga. Contohnya sebagian besar orang berpikir bahwa perempuan lebih banyak berbicara dibandingkan laki-laki. Akan tetapi, berdasarkan penelitian perbedaan banyak bicara antara laki-laki dengan perempuan tidaklah signifikan. Lalu, bagaimana dapat menjelaskan perbedaan mengapa tes inteligensi hanya menunjukkan sedikit perbedaan antara laki-laki dan perempuan jika otak laki-laki dan otak perempuan rata-rata memiliki perbedaan substansi? Satu kemungkinan yang relevan untuk menjawab pertanyaan ini adalah kuantitas dari gray matter dan white matter. Rata-rata perempuan memiliki sulci yang lebih dalam pada bagian permukaan kortex, khususnya ada area frontal dan parietal. Hal ini mengakibatkan permukaan area dari kortex umumnya sama pada laki-laki dan perempuan. Karena inteligensi lebih berkorelasi dengan gray matter dibandingkan white mater, permukaan otak yang dilalui oleh neurons (gray matter) pada jenis kelamin yang berbeda umumnya sama banyaknya neuron walaupun volume otaknya berbeda (Allen, Damasio, Grabowski, Bruss, & Zhang, 2003, dalam Kalat, 2009) inilah yang mungkin dapat menjelaskan tentang kesamaan skor IQ antara laki-laki dan perempuan, walaupun mungkin perbedaan pada bagian otak lainnya merupakan hal yang penting juga. Memang pertanyaan mengenai korelasi antara ukuran otak dan kecerdasan cukup rumit untuk dijelaskan. Namun kini, dibandingkan memertanyakan korelasi antara ukuran otak dengan kecerdasan, hal penting yang harus lebih kita fokuskan adalah menjawab pertanyaan bagaimana hubungan spesifik antara anatomi, susunan kimia, dan ciri-ciri lainnya dengan area tertentu pada otak dapat memengaruhi kebiasaan.