Lakukan Panggilan Kirim SMS

Kirim WhatsApp

 Klik Untuk Kontak Kami

0822-1138-3848

Kisah Inspiratif || Menjadi Mahasiswa FE UI

Posted in Blog.

“Saya, Vina Dwi Astuti. Mahasiswi Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia angkatan 2014”

Itulah yang diucapkan Vina ketika ia memperkenalkan diri pada acara seminar Rampes bersama Irfan Amalee dan Pidi Baiq. Saat itu bulan Januari 2014.

Hey! Berhati-hatilah dengan kata-kata! Karena kata-kata seringkali mewujud jadi nyata. Alam semesta akan berkonspirasi untuk membentuk kata-kata menjadi realita. Itulah yang terjadi pada Vina. Gara-gara kata-kata itu Vina menjadi mahasiswi UI betulan.

Sedari SMP Vina punya keinginan yang kuat untuk kuliah di UI. Teman-teman Vina pun mendukung. Vina optimis suatu hari nanti ia akan berjaket kuning dan menjadi mahasiswi Universitas Indonesia.

Ketika Vina di bangku SMA, keinginan masuk UI masih tersimpan dalam dada. Hanya saja seiring waktu berjalan, masuk UI jadi sesuatu yang menakutkan. UI adalah Universitas terbaik di Indonesia. Apalagi Vina ingin masuk Fakultas Ekonomi UI, Fakultas yang sulit ditembus karena persaingannya sangat ketat. Vina pun jadi ragu, bisakah ia masuk FE UI?

Lalu, teman-teman yang awalnya mendukung berbalik jadi penebar rasa pesimis.

“udah Vin, jangan terlalu tinggi bermimpi. Kalau kamu jatuh nanti sakit.”

“Cita-cita jangan muluk Vin, realistis”

“Jangan masuk Ilmu Ekonomi UI. Mending kamu pilih universitas lain saja”

Vina nyaris kehilangan keyakinan. Tapi, alhamdulillah, ada sebuah kejadian yang membuat Vina teguh memilih Ilmu Ekonomi UI

Saat jam pelajaran berlangsung, Seorang Guru BK mengetuk pintu lalu masuk ke dalam kelas. Dia berkata

“Vina, ayo ke ruang BK”

Jantung Vina berdetak lebih cepat dari biasa. Vina deg-degan. Ini baru pertama kali guru BK memanggil Vina. Vina mengingat-ingat kesalahan apa yang telah ia perbuat.

Sesampainya di ruang guru BK. Ternyata ada papah di sana. Vina bingung. Papah kok ada di sekolah? Ada apa gerangan?

“Papah kenapa ada di sini?” tanya Vina

“Papah barusan ngobrol dengan guru BK-mu soal kuliah. Ngomong-ngomong, Vina mau kuliah di mana?”

“Aku maunya sih di UI, pah”

“Jangan tanggung-tanggung Vin, ayo berani ambil UI”

Oh Papah. Papah pasti sangat sayang Vina. Vina merenungkan kejadian ini. Papah menyempatkan diri untuk pergi ke sekolah di hari kerja. Papah pasti sibuk, tapi papah meluangkan waktu. Iya waktu adalah hal paling berharga. Tapi Vina lebih berharga dari waktu. Maka dari itu papah menghadap guru BK untuk konsultasi masalah pendidikan putrinya. Pasti papah tergerak oleh sesuatu yang biasa kita sebut cinta. Papah, walau sehari-hari terkesan cuek dan suka mengganggu. Ternyata papah menyembunyikan perhatian seluas langit untuk Vina. :’)

Selepas dari ruang BK. Vina masuk lab komputer untuk belajar TIK. Di sela-sela pelajaran, Vina mengisi formulir SNMPTN online. Sesuai anjuran papah, Vina mantap memilih Ilmu Ekonomi UI. Akhirnya Vina masuk UI melalui jalur SNMPTN undangan.

Lucunya. Ketika Vina beberapa minggu kuliah di UI. Papah mengeluh

“Vina, pindah aja atuh kuliahnya di UNIGA (Universitas Garut)”

Hehe. Padahal papah yang menganjurkan untuk kuliah di UI, eh setelah kuliah di UI, papah malah menyuruh Vina kuliah di UNIGA.

Sebenarnya ada kalimat tersembunyi dalam susunan kata “Vina, pindah aja atuh kuliahnya di UNIGA” sebuah kalimat so sweet yang malu-malu, yaitu

“Vina, Papah sangat kangen kamu… kenapa tempat kuliahmu begitu jauh? Papah ingin sering bertemu”

Ya, papah memang pernah mengakui kalau papah kangen Vina.

“Kalau ga ada Vina di rumah. Ga ada yang bisa papah gangguin lagi, hehe” Kata papah :’)

###

Masa kuliah pun tiba. Vina melihat kawan-kawannya yang hebat dan cerdas di FE UI. Vina jadi merasa minder. Muncul sebuah kalimat dalam hati “Da aku mah apa atuh”. Vina merasa dirinya bukan siapa-siapa dibanding mahasiswa FE UI lain. Semua yang biasanya bisa Vina lakukan dengan mudah, kini jadi terasa susah. Ada rasa ketakutan yang besar di hati Vina. Inilah yang menyebabkan Vina merasa tak berdaya. Vina harus bisa melalui ini semua dan kembali jadi orang tangguh. Satu hal yang menguatkan Vina dari segala ketakberdayaan, yaitu ingat pada mamah. Vina memakai mukena dan sajadah mamah. Sengaja, biar bisa mencium harum khas mamah setiap shalat lima waktu di Depok, mamah jadi terasa sangat dekat. Mamah selalu percaya kalau Vina anak pintar dan cerdas. Ini membuat Vina semangat untuk terus belajar. Vina tak ingin mamah kecewa.

Hari-hari Vina di Depok dipenuhi dengan rindu pada mamah. Pernah suatu hari mamah mengirim SMS

“Vina, kenapa SMS mamah tidak dibalas?”

“Maaf mamah. Kemarin Vina sudah tidur. Mamah Sedang apa?”

“Mamah sedang melamun. Dari malam nunggu Vina balas SMS mamah” :’)

Haduuuh. Air mata tak terbendung alirannya, ia membasahi pipi. Vina membulatkan tekad untuk belajar tekun di UI. Jangan sampai semua jadi sia-sia hanya karena Vina malas belajar. Pada suatu hari, Vina dengan bercanda bilang

“Mamah, aku pingin jadi mentri”

“iya Vina, mamah akan selalu mendoakan. Belajar yang sungguh-sungguh. Lihat Muhammad Nuh. Dia berasal dari kalangan biasa. Tapi karena belajar sungguh-sungguh dia bisa menjadi mentri. Belajar yang tekun Vina. Semoga Vina jadi mentri” :’) Ibu tak pernah bercanda dalam berdoa. Dan Allah tak akan pernah menganggap doa seorang ibu sebuah candaan. Maka dari itu doa ibu seringkali terkabul. Ya, Semoga Vina suatu hari nanti menjadi seorang mentri.

###

Vina bukan pelajar yang sangat rajin. Tapi Vina punya cara ampuh untuk bisa efektif dalam belajar. Vina percaya, belajar hanya akan berhasil ketika kita menyukai pelajaran yang kita pelajari. Vina selalu berusaha menyukai pelajaran sebelum memulai belajar. Dari rasa suka, kesulitan akan berubah menjadi kesenangan. Kesenangan membuat pelajaran mudah masuk ke memori dan pikiran.

Misalkan ketika Vina menghadapi pelajaran matematika yang sulit. Dia akan berkata

“Saya suka pelajaran ini”

“Wah kalau saya pelajari dengan baik, matematika itu seru kok”

Vina juga percaya bahwa rasa malu punya daya dorong yang dahsyat untuk membuat kita bergerak. Merasa malu kalau jadi orang biasa-biasa. Malu kalau menjadi orang kalah dan bodoh. Malu kalau tidak bisa apa-apa. Vina mengandalkan rasa malu itu. Vina menjadikan rasa malu sebagai kendaraan untuk melesat maju melewati segala kelemahan dan keterbatas. Motivasi yang dihasilkan dari rasa malu begitu besar. Vina jadi tergerak untuk belajar, berusaha, dan bekerja keras karena tak mau dirinya terus merasa malu.

Berusaha selalu menyukai pelajaran dan mengandalkan rasa malu sebagai motivasi adalah tips Vina untuk bisa terus belajar dengan efektif. Berkat itu Vina menjadi juara umum IPS di SMAN 1 Garut, juara 2 Try Out SBMPTN sekabupaten Garut, dan menjadi mahasiswi Ilmu Ekonomi UI.