Lakukan Panggilan Kirim SMS

Kirim WhatsApp

 Klik Untuk Kontak Kami

0822-1138-3848

Perjuangan dan kerja keras tidak akan mengkhianati

Posted in Blog.

Banyak orang takut memulai sesuatu dari nol. Mereka menyerah sebelum mencoba. Belum bertanding tapi sudah kebobolan 100 kosong

“Ah sudahlah, saya tidak akan bisa melakukan itu”

“Saya tidak siap. Saya tak punya keahlian di bidang ini”

“Bukan saya orangnya, mungkin dia bisa”

Kita selalu punya banyak alasan untuk takut memulai, padahal kata pepatah. We don’t need to be great to start, but we need to start to be great. Kita tak perlu jadi orang luarbiasa untuk memulai, justru kita butuh untuk memulai untuk jadi orang luarbiasa.

Feby pada awalnya seorang penakut. Dia tidak berani untuk mencoba hal baru. Pesan ibulah yang menyadarkan Feby untuk tegak berdiri, berani mengambil amanah dan memulai belajar hal baru

“Semua orang awalnya tidak bisa, Feb. Modal awal itu bukan kemampuan, tapi mental. Kalau kamu punya mental berani dan kuat, kamu akan bisa belajar dan menguasai apapun” Kata ibu Feby.

Kalimat nasehat ajaib seorang ibu menghujam jantung Feby. Ia berdebar dan bersemangat. Semenjak itu Feby percaya diri dan berani untuk belajar sesuatu di luar kemampuannya.

Kemudian Feby menjadi sekretaris sebuah acara cerdas cermat saat dia kelas 2 Tsanawiyah di pesantrennya. Feby tidak tahu sama sekali soal surat-menyurat, menyusun proposal acara, dan adminitrasi. Pengetahuan Feby tentang dunia kesekretariatan nol besar, tapi Itu bukan halangan, karena Feby percaya bahwa manusia tercipta sebagai makhluk pembelajar.

Feby bertanya pada kakak kelas yang berpengalaman, belajar mengetik dengan sepuluh jari agar menulis lebih cepat, belajar memimpin rapat, dan macam-macam. Feby makin tersadar, ternyata semua bukan hal sulit jika kita berani memulai.

Ingatlah. Sesuatu yang tidak kita tahu atau tidak kita kuasai akan menjelma menjadi sosok menakutkan dan menyeramkan. Untuk bisa menaklukannya kita butuh belajar. Maka dari itu belajar hanya diperuntukkan bagi orang-orang pemberani.

Berkat keberanian Feby untuk belajar, dia tumbuh menjadi orang yang cakap dalam bidang adminitrasi. Dia terpilih menjadi Sekretaris umum IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah, semacam OSIS di sekolah umum).

Feby terkenal sebagai remaja yang ganteng, baik, dan pintar, semua orang di pesantren mengakui itu. Yang menarik dari Feby, hingga cerita ini ditulis, dia belum pernah pacaran. Padahal zaman sekarang banyak remaja pusing soal pasangan. Banyak remaja galau karena cinta. Bahkan Spiderman galau karena Mary jane. Batman patah hati oleh Rachel di film The Dark Knight. Tapi Feby tetep tenang dan damai hatinya, tak direcoki masalah asmara. Ketika ditanya soal ini, Feby menjawab

“Ada waktunya untuk hal itu. Saya sekarang fokus mengembangkan diri jadi lelaki hebat dan baik. Saya belum jadi siapa-siapa. Saya sedang memantaskan diri. Berdoa adalah cara mencintai paling rahasia

Satu-satunya perempuan yang Feby cintai saat ini adalah ibunya. Ibu punya peran sangat penting di hidup Feby. Ibu yang selalu menasehati dan menguatkan saat feby merasa lemah dan jatuh. Saking besarnya cinta Feby pada ibu, Feby merekam suaranya membaca 30 juz Al-Qur’an untuk ibunya.

Kalau ibu kangen Feby. Ibu tinggal dengarkan rekaman suara feby membaca Al-Qur’an” katanya.

Ibu mana yang tidak terharu dengan kalimat itu?

###

Sebelum berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Feby kuliah selama satu tahun di Teknik Industri program internasional UII Jogjakarta. Kuliah di Teknik Industri bukan keinginan bathin Feby. Ia lebih tertarik kuliah di jurusan ekonomi atau hukum.

Orang tua Feby menginginkan dia kuliah di jurusan kedokteran. Sedari kelas 1 Aliyah Feby berniat untuk mewujudkan harapan orang tuanya. Dia berjuang sekuat tenaga untuk tembus jurusan kedokteran, tapi apa daya, di tahun pertama kelulusan, Feby tidak masuk jurusan kedokteran di mana pun. Masuklah ia ke jurusan Teknik Industri UII Jogja sebagai pilihan terakhir.

Setelah kuliah berjalan beberapa waktu. Seorang ibu yang mencintai anaknya tentu memiliki kepekaan terhadap perasaan anaknya. Ibu Feby tahu kalau feby ini sesungguhnya tidak berminat kuliah di jurusan teknik industri. Maka ibu menyuruh Feby untuk mengikuti minat dan keinginannya.

Feby kuliah di tenik industri UII dengan sangat baik. Dia mendapatkan IP yang tinggi. Tapi teknik industri tak mengisi kebahagiaan di hati Feby. Feby ingin kuliah di Fakultas Hukum UI. Maka siang hari Feby kuliah, malam harinya Feby belajar untuk mempersiapkan tes masuk ke UI.

Kuliah begitu melelahkan. Tapi cita-cita tidak peduli soal lelah atau keterbatasan. Cita-cita hanya peduli pada perjuangan, kalau kita berjuang maka cita-cita akan terwujudkan. Walau lelah, Feby berjuang. Malam hari Feby pakai untuk menaklukan soal-soal SIMAK UI.

Banyak sekali hal yang Feby korbankan untuk bisa belajar. Sebagimana yang kita tahu. Jogja adalah tempat wisata dan tempat menyenangkan untuk bermain. Apalagi banyak sekali teman-teman dan alumni pesantren Feby yang berkuliah di Jogja. Tapi Feby tetap tekun untuk mencapai mimpinya. teman-teman Feby bilang

“Kamu ga gaul, Feb. Jangan terlalu serius belajar. Kamu perlu main juga”

Yang Feby ingat adalah pepatah bahasa arab

Tarju najaata walam tasluk masalikahaa, Inna safinata laa tajri ‘alal yabas!

Ingin berhasil tapi tidak berjuang untuk menempuh setiap prosesnya, ibarat menjalankan perahu di daratan. Mustahil berhasil!

Pengorbanan Feby berbuah manis. Bulan Juli 2013, ia resmi menjadi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Sekarang Feby merasa bahagia dengan hidupnya. Beberapa teman di FH UI meminta bimbingan belajar untuk mata kuliah yang sulit pada Feby. Feby punya passion dalam mengajar. Passionnya jadi bisa tersalurkan. Lalu beberapa teman meminta Feby untuk mengajari mereka mengaji dan tata cara ibadah praktis yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Ilmu yang Feby dapat dari pesantren termanfaatkan di FH UI. Alhamdulillah.

Dan lagi-lagi terbukti. Perjuangan dan kerja keras tidak akan mengkhianati